Menolak Menjadi Bupati, Teddy Rusdy Kembali Mengejar Cita-Citanya
![]() |
| Sumber : Google.com |
Pada tahun
1971 saat Golkar memenangkan Pemilu Teddy Rusdy pun diminta oleh warga NTB
untuk menjadi Bupati Lombok Barat. Pada saat itu pun dirinya mulai merenung dan
melakukan introspeksi ke dalam diri dengan berkontemplasi.
Pada saat
itu pun dirinya ingat ketika mencalonkan diri untuk perwira TNI-AU, harapannya
adalah dapat menjadi seorang marsekal, Jendral TNI Angkatan Udara dan syarat
utamanya adalah lulusan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau).
Apabila jika
Teddy menerima tawaran menjadi Bupati, maka selama lima tahun dirinya akan
menjadi karyawan, dan mengakhiri masa jabatan di usia yang ke 40 tahun. Hal tersebut
membuatnya terlambat untuk masuk ke Seskoau dan jalannya untuk menjadi seorang
Marsekal, Jendral TNI Angkatan Udara akan tertutup. Dirinya pun bergegas untuk terbang ke Markas
Komando Daerah Udara IV di Surabaya dan menghadap Marsekal Suwoto Sukendar,
Panglima KODAU IV. Sambil berdoa dan memberanikan diri, dirinya pun menyatakan
untuk menolak perintah menjadi Bupati.
Pimpinan
TNI-AU pun mengiyakan pernyataan Teddy, dirinya pun diminta untuk menyiapkan
seorang calon Bupati yang dapat diterima oleh masyarakat Lombok dan Pemerintah
Daerah Nusa Tenggara Barat. Selaku ketua DPD Golkar dirinya pun segera
menyiapkan seorang calon Bupati yang diterima oleh masyarakat dan pemerintah
daerah. Teddy pun diperintahkan untuk mengikuti Seskoau untuk pengembangan
karir selanjutnya.

Comments
Post a Comment