Posts

Showing posts with the label jendral teddy rusdy

Manakah Yang Teddy Rusdy Pilih? Menjadi Bupati Atau Marsekal Muda?

Image
  Sumber : Google.com Karena pembawaannya yang cerdas, simpatik, dan mudah akrab dengan siapa saja pada saat mendapat tugas sosial, selain dibidang militer. Tidak aneh jika karirnya terus menanjak. Pada tahun 1972 Teddy dilantik sebagai Ketua DPD Golkar Lombok Barat. Pada saat itu juga dirinya sedang bertugas sebagai Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Rembiga, Mataram, Lombok Barat. Setahun kemudian pada 1973 karirnya di Golkar terus meningkat dengan diberi amanah menjadi Sekretaris DPD Golkar Provinsi NTB. Karena sikapnya yang membuat banyak orang senang, lantas membuat mereka ingin mencalonkan Teddy sebagai Bupati Lombok Barat. Berita tersebut disampaikan oleh Panglima KODAU IV, MArsekal Muda Suwoto sukendar yang menyampaikan permintaan banyak orang tersebut. Jika melihat struktur maka ini sebenarnya perintah dari atasan dan juga agak sulit untuk mengelaknya. Namun, Teddy mengingat alasan utama dirinya menjadi perwira TNI AU adalah selain mengabdi lewat jalur militer demi men...

Operasi Mandala Yang Sukses, Teddy Rusdy Mendapat Penghargaan Bintang Sakti

Image
  Sumber : Google.com Karena dirinya satu-satunya yang terbaik di bidang navigasi dengan prosedur operasi radio-silent. Mayor Jenderal Soeharto melihat potensi Teddy Rusdy tersebut pun lantas mmintanya ke Jakarta untuk bergabung dalam Operasi Mandala. Dalam Operasi Mandala tersebut, Teddy Rusdy adalah orang pertama Indonesia yang menerbangkan pesawat pembom strategis TU-16/KS, buatan Uni Soviet. Hanya dua negara yang memiliki pesawat tersebut di luar Uni Soviet saat itu, yaitu Mesir dibawah kepemimpinan Presiden Gamal Adbul Nasser dan Indonesia di bawah Presiden Soekarno. Operasi Mandala tersebut pun sukses dan memuluskan jalan bagi Jenderal Soeharto dan Teddy Rusdy untuk terus menanjakkan karirnya. Pada saat itu Teddy naik pangkat dari Letnan Muda I naik menjadi Letnan Udara II. Selain kenaikan pangkat, Teddy pun mendapatkan penghargaan Bintang Sakti, yaitu sebagai tanda kehormatan yang diberikan kepada prajurit TNI dan warga sipil yang menunjukkan sifat-sifat keberanian dan...

Terinspirasi Dari Novel Petualangan Hingga Buku Biografi, Teddy Rusdy Pun Mewujudkan Mimpinya

Image
  Sumber : Google.com Sejak kecil Teddy sangat sengang membaca buku, dari novel petualangan sampai biografi para tokoh. Didorong oleh imajinasi banyak tokoh-tokoh dari buku yang Teddy baca, baik fiksi maupun nyata, dirinya memang ingin menjadi seorang jagoan yang gagah, perkasa, dan cerdas. Dirinya terinspirasi dari Tom Sawyer, Robinson Crusoe, Winnetou, Bung Tomo dan Mustafa Kemal Ataturk. Untuk dapat mewujudkan mimpinya tersebut, Teddy Rusdy bergabung dengan Angkatan Udara sebagai calon navigator. Berkat dari banyaknya buku yang ia baca, menjadikan Teddy memiliki banyak pengetahuan dan Teddy pun dapat lulus dengan mudah. Setelah itu Teddy mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknis penerbangannya di India tepatnya di Air Force Flying College dan Teddy pun berhasil lulus pada tahun 1961. Pada saat usianya masih 22 tahun dirinya sudah mempunyai pangkat sebagai Letnan Muda Udara 1. Kariernya pun terus merambat naik, meskipun kondisinya serba terb...

Ini Dia Pengasingan Para Orang Hebat Di Boven Digoel Kakek Teddy Rusdy Masuk Kedalamnya

Image
  Sumber : Google.com Teddy Rusdy lahir di kawasan Tanah Abang, Jakarta pada 11 Mei 1939 ini merupakan putra dari Hayuni Mathamin dan Nyi Mas Rodiah. Sejak masih kecil dirinya sudah mengalami segala kesusahan ketika Indonesia masih dibawah kekuasaan Belanda, Jepang , dan sampai pada akhirnya merdeka pada 17 Agustus 1945. Namun dirinya masih ingat jelas ketika kakeknya yaitu ayah dari ibunya, Haji Muhammad Zis pulang dari pengasingan di Boven Digoel. Yai Zis begitulah Teddy memanggilnya, kakeknya itu merupakan seorang aktivis Syarikat Islam di Banten yang diasingkan ke Digul, Papua, pada 1929. Ketika Teddy berusia 10 tahun, akhirnya Yai Zis pulang tepatnya pada tahun 1949. “Peristiwa itu saya ingat secara kental, sekaligus peristiwa tersebut juga menanamkan dan membentuk pribadi cinta tanah air pada diri saya,” kata Teddy. Dalam kamus perjuangan Indonesia, mereka yang pernah dibuang ke Digoel adalah mereka yang dihormati dan disegani. Seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Haj...

Ini Dia Kisah Dibalik Suksesnya Operasi Woyla

Image
  Sumber : Google.com Saat pembajakan pesawat DC-9 Garuda terjadi, Teddy melaporkan kepada L.B. Moerdani bahwa dia sudah menyiapkan pesawat yang sama dengan Pesawat DC-9 Garuda yang dikenal dengan nama Pesawat Woyla, untuk dijadikan latihan oleh tim penyelamat. Teddy juga telah meminta kepada pemerintah Malaysia untuk melarang pesawat Woyla keluar dari Malaysia, namun ternyata pihak pemerintah Malaysia tidak bisa menahannya. Pesawat bajakan Woyla itu sudah mendarat di Bangkok, Thailand. Teddy yang sudah menyusun berbagai informasi dari berbagai sumber untuk menjadi dasar keputusan bagi Jenderal L.B. Moerdani. Semua kebutuhan L.B. Moerdani sudah disiapkan oleh Teddy, mulai dari kebutuhan logistik sampai strategi. Pada selasa 31 Maret 1981, di Bangkok, Thailand operasi militer pembebasan Pesawat Woyla tersebut dilakukan dan mengharuskan adanya kontak senjata. Setelah mengamati kondisi dari pesawat Woyla, pada selasa dini hari, Jenderal L.B. Moerdani meminta secarik kertas kepad...

Awal Mula Peristiwa Pembajakan Pesawat DC-9 Garuda "Woyla"

Image
  Sumber : Google.com Saat Jenderal M Jusuf, Menteri Pertahanan dan Keamanan, dengan Jenderal Leonardus Benjamin Moerdani, Asisten Intelijen Pertahanan dan Keamanan sedang menikmati makan siang di tengah Rapat Pimpinan ABRI, datanglah telegram dari Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib), Jenderal Sudomo. Keduanya pun langsung membaca isi dari telegram tersebut. Jenderal L.B. Moerdani pun langsung memerintahkan para wartawan untuk segera berkumpul. “Saya diinstruksikan oleh Menhankam untuk memberitahukan bahwa hari ini, tanggal 28 Maret 1981, pukul 10.10 WIB telah terjadi pembajakan Pesawat DC-9 Garuda dalam penerbangannya antara Palembang dan Medan. Pesawat tersebut pada saat ini berada di Pelabuhan Udara Internasional Penang, Malaysia. Captain Pilot-nya bernama Herman Rente. Soal ini sekarang diambil alih oleh Departemen Hankam,” kara Jenderal L.B. Moerdani didepan para wartawan. Suaranya tetap tenang, namun raut mukanya mengeras dan matanya pun n...