Konflik Yang Terjadi Di Timor Timur Diakibatkan Politik Dekolonisasi Pemerintah Portugal
![]() |
| Sumber : Google.com |
Saat
menjadi “Sekretaris Pribadi” AS INTEL KOPKAMTIB Teddy pun harus memasuki
konflik yang terjadi di Timor Timur pada awal 1974 yang kalau diusut-usut
berawal dan akibat politik dekolonisasi Pemerintah Portugal. Setelah berakhirnya
Perang Dunia II semangat nasionalisme di Negara-negara jajahan colonial Eropa
di Asia dan Afrika menggelora. Tidak terkecuali di wilayah jajahan Portugis di
Angola, Cape Verde, Mozambique, Guinea Bissau di Afrika dan Macao serta Timor
Timur. Portugis terkuras energy dan kekuatannya dalam perang menumpas pejuang
kemerdekaan di jajahnya.
Hal tersebut
merembert menjadi persoalan internal yang pecah sebagai kudeta militer dan
menjatuhkan Pemerintah Portugal yang fantastis serta otoriter pada April 1974. Kudeta
militer tersebut digerakkan oleh Perwira-perwira muda yang merasa paling
sengsara dalam tugas-tugas mempertahankan jajahannya. Tetapi, mereka tidak
berhasil membentuk Pemerintahan yang kuat dan stabil di Portugal.
Pemerintahan
yang terbentuk adalah hasil koalisi partai-partai Katolik Progresif, Partai
Sosial Demokrat, Partai Komunis, dan Partai Kapitalis dengan dibantu suatu
Dewan Revolusi yang terdiri dari Perwira-Perwira muda. Partai Komunis Portugal
pimpinan Alvero Cunhal mendapat dukungan kuat dari Moscow, Uni Soviet, yang
menampilkan wajah moderat dan siap bekerjasama dan berhasil mendapat dukungan
rakyat Portugal.
Politik dekolonisasi
lahir dari program politik setelah tumbangnya Pemerintah otoriter, kemudian
melahirkan program politik demokratisasi dan dekolonisasi. Kedua program
tersebut tumbuh dikalangan Perwira-Perwira muda Angkatan Perang Portugal. Secara
umum politik dekolonialisasi Portugal adalah usaha untuk memberntuk suatu Negara
(Federal) yang masih ada hubungannya dengan Portugal atau memberikan
kemerdekaan kepada Negara-negara jajahannya.

Comments
Post a Comment