Kisah Bambang Ekalaya Ini Mengingatkan Sang Istri Dengan Kegigihan Teddy Rusdy

 

Sumber : Wikipedia.com

Seorang putra mahkota yang berasal dari negeri Nisada yaitu Bambang Ekalaya dating ke Astina karena mendengar ada seorang guru yang bisa mengajarkan bagaimana cara memanag dengan baik, guru tersebut bernama Resi Drona.

Memiliki maksud hati ingin menjadi murid dari Resi Drona, namun Bambang Ekalaya ditolak oleh Resi karena dia sudah berjanji hanya akan mengajarkan ilmunya kepada para kesatria Kurawa dan Pandawa saja.

Karena ditolak sebagai murid oleh Resi, Ekalaya pun secara diam-diam terus mengintip sang Resi saat dirinya sedang mengajarkan murid-muridnya. Ekalaya pun pergi ke tengah hutan dan membuat patung Resi Drona dan langsung mempraktikan berbagai ajaran yang Resi Drona sampaikan kepada murid-muridnya.

Pada suatu hari, Ekalaya terus menerus digonggongi oleh seekor anjing dan kesabarannya pun habis. Karena hal tersebut Ekalaya langsung mengarahkan gendawa dengan memasang tujuh anak panah sekaligus dan mengarahkan ke moncong anjing tersebut. Anjing itu pun mati seketika dengan tujuh anak panah yang tertancap di moncong anjing tersebut.

Ternyata anjing yang terus menggonggongi Ekalaya tersebut adalah milik Arjuna. Mengetahui hal tersebut Arjuna pun marah namun juga takhub dengan keahlian memanah yang dimiliki Ekalaya. Pada saat itu Arjuna pun protes terhadap gurunya yaitu Resi Drona karena secara tidak langsung telah mengajarkan ilmu memanahnya kepada kesatria di luar keluarga Kurawa dan Pandawa.

Karena hal tersebut, Ekalaya yang setia terhadap gurunya itu harus merasakan penderitaan. Dirinya harus memotong ibu jari tangan kanannya sendiri. Dan akhirnya dengan jari yang tak sempurna, Arjuna pun dengan mudah dapat menghabisi Ekalaya.

Di mata sang istri, Teddy Rusdy tidak hanya menghayati akhir tragis yang dialami oleh Ekalaya yang dipaksa oleh Resi Drona untuk memotong ibu jari tangan kananna sendiri. Namun dirinya juga melihat Teddy Rusdy sebagai sosok yang meneladani kegigihan Ekalaya. Sang istri juga menambahkan bahwa dalam kesehariannya memang tidak banyak berbicara.

Istrinya mengungkapkan, pada dirinya sendiri pun Teddy jarang sekali menceritakan hal-hal yang bermaksud untuk membanggakan dirinya sendiri. Teddy hanya mau bercerita jika dinya, dan itu pun kelihatannya ia sangat berhati-hati.

Suatu saat saya pernah bertanya tentang bagaimana dirinya menapaki karir di lingkungan ABRI, dengan pertanyaan saya itu Teddy Rusdy pun mulai bercerita. Sebelum dirinya bercerita, pasti seperti biasanya ia akan mengawalinya dengan kisah umum tentang pendidikan di dunia militer. Cara berceritanya itu memang gayanya, karena dirinya ingin memberi konteksnya sebelum pada akhirnya sampai pada pokok masalahnya.

 

Comments

Popular posts from this blog

Ini Dia "Tri Prasetya" Yang Diucapkan Oleh Siswa SMA Taruna Nusantara

ASPADIN : Setiap Produk AMDK Wajib Memiliki Sertifikat SNI dan Ijin Edar BPOM, Tidak Mungkin AMDK Berbahaya

Ini Dia Biografi Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy