Ini Dia Wejangan Hyang Sangkara Kepada Bathara Wisnu Yang Memotivasi dan Menguatkan Teddy Rusdy

 

Sumber : Google.com

Teddy Rusdy menjadi salah satu saksi mata bagaimana Timor Timur lepas dari Republik Indonesia. Untuk menenangkan hatinya dari kejadian pahit yang tidak mungkin dapat dilupakan ini, Teddy pun selalu mengutip wejangan Hyang Sangkara kepada Bathara Wisnu menjelang berlangsungnya Baratayudha berikut ini.

“Heh, sewayang ulun! Sira aja katambuhan. Dumadine kodrat ala lan kodrat becik kang tekan ing mangsa kala kudu tempuk arebut unggul mahanani pepati lan karusakan iku, ora gedhe ora cilik, tumraping jagad sayekti dadi srana panggugahing cipta rasa budi karsa murih diwasaning jiwa kang ngangkah marang kasampurnaan. Iya iku sampurnaning kabudayan lahir utawa batin, menawa kang padha tumanggap.

Mangkono uga sumandhange kodrat ala becik samadyaning kulawarga darah Bharata. Sanadyan Baratayudha jaya binangun kang meh kalakon iki tumrap janma lumrah muhung kahanan lumrah kang saben-saben uga katemahan, sira away kalimput.

Ing jaman kala yoga kang wus kapungkur, peperangam agung kaya kang bakal kalakon iki uga wis rambah-rambah katemahan. Kang dadi banten lesaning panca bakah, ora pilih tunggal kadang utawa seje bangsa, nanging dumunung sakabehing awak-awak kang sinandhangan kodrat ala serta becik mau.

Heh, Kesawa sumurupa! Nata Dwarawati Prabu padmanaba jang minangka warananira iku, dumadineing janaloka wus winenang ngengkoki jumenenge Wisnu ngejawantah. Lire wus asarira dewa. Mulane iya kudu uwal suka rasa tresno lan gething utawa dhemen lan sengit. Kang kasarira muhung adil iya ing kono dunung dira kalimput!”

(Wahai Wisnu, Putraku! Engkau tidak perlu risau. Takdir baik dan buruk yang mesti terjadi pada waktu tertentu, dimana kita harus memperjuangkan sebuah kemenangan namun tak bisa menghindari adanya korban dan kerusakan, baik besar maupun kecil, bagaimana pun juga memang harga yang harus dibayar di bumi ini. Dan, hal itu merupakan penggugah rasa, pikiran, dan hari, bagi jiwa-jiwa yang menuju tahap penyempurnaan. Begitulah proses penyempurnaan kebudayaan lahir dan batin bagi mereka yang tanggap, Anakku.

Demikian juga takdir baik dan buruk yang mesti ditanggung oleh keturunan Bharata. Memang, perang yang akan dihadapi oleh trah Bharata ini sepertinya memang hal yang wajar bagi umumnya orang, namun tentunya tidak demikian bagimu, Anakku.

Di abad=abad yang lalu, peperangan yang akan dihadapi oleh anak cucu Bharata ini memang telah terjadi berulang-ulang. Siapapun bisa menjadi korbang, Anakku. Tidak hanya saudara sebangsa, tapi juga mereka yang tidak sebangsa. Namun, siapa pun yang menjadi korban itu tentu tidak lepas dari takdir baik dan buruk yang harus mereka terima.

Wahai kesawa [nama lain Bathara Wisnu], ketahuilaj! Prabu Padmanaba [nama lain Prabu Kresna], penguasa Dwarawati yang menjadi manifestasimu di bumi, dia telah memiliki otoritas sebagaimana dirimu di kahyangan ini. Karena Kresna telah bertindak sebagaimana para dewa. Yaitu memegang teguh keadilan, dan telah terbebas dari sentiment senang dan benci atau suka dan tidak suka. Dan memang di situlah peranmu, wahai Anakku!)

Sepirit wejangan Hyang Sangkara kepada putranya tersebutlah yang memberikan energy kepada Teddy untuk mengikhlaskan peristiwa yang dahulu terjadi di Timor Timur.

Comments

Popular posts from this blog

Ini Dia "Tri Prasetya" Yang Diucapkan Oleh Siswa SMA Taruna Nusantara

ASPADIN : Setiap Produk AMDK Wajib Memiliki Sertifikat SNI dan Ijin Edar BPOM, Tidak Mungkin AMDK Berbahaya

Ini Dia Biografi Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy