Ini Dia Tugas Awal Teddy Rusdy Saat Menangani Proses Integrasi Timor Timur
| Sumber : Google.com |
Teddy Rusdy
salah satu tokoh yang masuk kedalam peran didalam proses Integrasi Timor Timur,
namun ia akhirnya harus menyaksikan bagaimana hasil perjuangannya itu harus
dilepaskan dengan tanpa suatu ikhtiar. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran
akan bahaya-bahaya yang mugkin dapat mengancam wilayah RI jika dibiarkan tidak
menjadi bagian RI sebagaimana dulu dilakukan ketika mulai proses integrasinya.
Nasi pun
sudah menjadi bubur, sebagai bentuk ikhtiarnya Teddy pun menceritakan kejadian
pahit yang tidak akan mungkin dapat dilupakan oleh dirinya. Sebelum memulai
untuk bercerita dirinya selalu menenangkan hati nya dengan mengutip wejangan
dari Hyang Sangkara kepada Bthara Wisnu menjelang berlangsungnya Baratayudha.
Spirit wejangan
Hyang Sangkara kepada puteranya tersebut yang kemudian memberikan energy pada
Teddy Rusdy untuk bercerita. Proses integrasi Timor Timur termasuk kedalam
tugas pertama yang diemban oleh Teddy sebagai intelejen. Beliau menuturkan
bahwa setelah lulus sesko ABRI Bagian Laut pada awal 1974 mengawali tugasnya
sebagai Kepala Biro Asia Pasifik AS INTEL HANKAM/KOPKAMTIB. Kemudian dalam
perkembangannya mendapat tugas dari LB. Moerdani yang bertugas sebagai Kepala
Pusat Intelejen Strategis, Komandan Satuan Tugas Intelijen Kopkamtib dan
Komandan Satuan Tugas Skrining Pusat memerlukan seorang perwira yang selalu
berada di dekat Teddy untuk “keep track”
permasalahan-permasalahan yang sedang terjadi.
Teddy pun
diangkat sebagai “Sekretaris Pribadi” AD INTEL KOPKAMTIB. Tugas tersebut inilah
yang paling banyak memakan waktu dan tegaga Teddy. Namun penugasan ini juga
yang menempatkan dirinya pada pusat pusaran penugasan Intelijen dalam arti yang
lebih luas.
Comments
Post a Comment