Ini Dia Operasi Gabungan Pertama Terbesar Dengan Nama Sandi "Operasi Seroja" Timor Timur

 

Sumber : Google.com

Teddy Rusdy menceritakan “Penggalangan” terakhir untuk mencegah Timor Timur mendapat pengakuan dari Negara lain adalah dengan memanfaatkan kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat ke Indonesia, pada 5 Desember 1975 untuk meraih dukungan dari Amerika Serikat. Setelah “persetujuan’ Negara-negara ASEAN, Amerika Serikat dan Australia pada pagi hari 7 Desember 1975, operasi Intelijen Timor Timur telah berubah menjadi operasi militer gabungan konvensional.

Ini merupakan operasi gabungan pertama yang terbesar setelah operasi pendaratan amphibi dan penerjunan udara penumpasan PRRI di padang PERMESTA di Manado dengan nama sandi “Operasi SEROJA”. Pada hari itu juga menteri Penerangan Republik Indonesia menyatakan “Bahwa pada Minggu 7 Desember jam 12.30 kota Dili Timor Timur telah dibebaskan oleh perlawanan rakyat yang dipelopori APODETI, KOTA, TRABALISTA dan UDT dengan bantuan dan dukungan sukarelawan Indonesia.

Operasi militer gabungan pendaratan laut dan udara yang dilakukan ABRI tanpa “keberatan” dan “gangguan” serta “campur tangan” Amerika Serikat dan Portugal sebgaai sesama anggota NATO, Pihak Australia dan Negara-negara ASEAN merupakan bukti keberhasian operasi penggalangan Intelijen ABRI dan BAKIN. Pada malam hari 7 Desember 1975 Pemerintah Portugal “memutuskan hubungan diplomatik dengan Pemerintah Indonesia”. Mereka menutup kantor Perwakilannya di Jakarta dan memanggil pulang Duta Besarnya. Pemerintah Indonesia pun sontak melakukan hal yang sama.

Untuk menjamin ketertiban pemerintahan, hukum, keamanan, dan kehidupan Timor Timur (PSTT), pada tanggal 17 Desember 1975 dibentuklah Pemerintahan Sementara Timor Timur, yang Proklamasinya ditanda tangani oleh Pimpinan Partai APODETI, Arnaldo Dos Reis Aranjo dan Pimpinan Partai UDT Fransisca Xavier Lopez da Cruz. Tugas PSTT kemudian lebih banyak dengan Pemerintah RI. Selain menormalisasikan kehidupan rakyat Timor Timur sebagai akibat perang saudara, termasuk masalah tawanan perang warga Portugal, pengungsian, hubungan dengan Portugal, PBB dan dunia Internasional. Untuk mendukung keperluan tersebut, maka segera dibentuk Kantor Perwakilan PSTT di Jakarta.

Comments

Popular posts from this blog

Ini Dia "Tri Prasetya" Yang Diucapkan Oleh Siswa SMA Taruna Nusantara

ASPADIN : Setiap Produk AMDK Wajib Memiliki Sertifikat SNI dan Ijin Edar BPOM, Tidak Mungkin AMDK Berbahaya

Ini Dia Biografi Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy