Dikenal Sebagai Pemimpin Keluarga Yang Baik, Teddy Rusdy Diibaratkan Seperti Sosok Sukasrana Dalam Tokoh Perwayangan
![]() |
| Sumber : deviantart.com |
Teddy Rusdy dikenal seperti sosok Sukasrana dalam keluarga, dimana sosok
tersebut adalah pemimpin keluarga yang baik dan dapat memberikan solusi.
Sukasrana sendiri merupakan tokoh dalam pewayangan yang merupakan saudara
kandung dari Bambang Sumantri. Sukasrana adalah “Monumen Kesetiaan” karena yang
terpikir oleh dirinya hanyalah bagaimana agar tugas yang ia emban dapat
berjalan dengan baik.
Bagi keluarganya, Teddy Rusdy lebih sering terlihat bersembunyi, namun
bukan karena memiliki wajah yang buruk seperti Sukasrana, tetapi karena dirinya
lebih memilih peran di belakang layar. Dimata keluarganya Teddy memang tidak
suka menonjolkan diri. “Manusia Sukasrana” selalu berpikir bahwa dirinya tidak
lebih dari sekedar titah, makhluk Tuhan yang memiliki kewajiban profetik, yakni
semacam tugas kenabian untuk membeberkan dan mewujudkan nilai-nilai ideal di
kehidupan.
Satu-satunya
hal pamrih pada "Manusia Sukasrana" ialah pencapaian cita-cita yang
membawa kemaslahatan bagi sebanyak-banyaknya orang, hal itu bukan karena ingin
dipuji atau merampas simpati publik. Sukasrana tidak butuh bedak atau gincu
pencitraan karena ia tak punya borok, dirinya cukup percaya diri untuk tampil
dengan lugas, apa adanya, dan penuh sikap kesatria.
Jadi bisa
dibilang manusia seperti Sukasrana ini adalah manusia esensi dan substansi,
dirinya tidak membutuhkan biaya tinggi untuk mengongkosi segala kegenitan dan
kerakusan yang umumnya diidap manusia kebanyakan. Hasilnya manusia seperti
Sukasrana tidak perlu merendahkan diri menjadi koruptor, manipulator, dan
akhiran 'tor-tor' lainnya yang berkonotasi negatif.
Banyak sekali hal dan sifat Teddy Rusdy yang dirasakan oleh keluarga
memiliki kemiripan dengan sosok Sukasrana. Teddy Rusdy memang orang yang selalu
tegas dan berani menerima kenyataan hidup yang silih berganti.
Teddy Rusdy
pernah mengatakan "Senang dan susah,
pahit dan getir, nyaman dan kecewa, adalah kenyataan hidup yang harus dihadapi
dan diterima."

Comments
Post a Comment