Kemasan Galon Isi Ulang Aman Digunakan Dan Tidak Berbahaya Bagi Kesehatan
| Sumber : Google.com |
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menegaskan bahwa meskipun galon isi ulang mengandung bisphenol-A (BPA), galon yang dapat digunakan kembali oleh masyarakat telah memenuhi syarat ambang batas.
“Hasil uji kemasan
pangan dari plastik PC , hingga saat ini kadar BPA masih memenuhi syarat ambang
batas dan aman digunakan,” kata Direktur Pengawasan Pangan dan Teknologi Baru
Berisiko Tinggi BPOM, Ema Setyawati.
Hal tersebut disampaikan Ema terkait penyebaran info di
media sosial yang menyuarakan bahaya penggunaan galon yang mengandung BPA bagi
kesehatan bayi, balita, dan ibu hamil.
Berdasarkan hasil pengemasan pangan yang dilakukan BPOM pada
galon reusable, Ema mengatakan bahwa kemasan galon isi ulang telah memenuhi
syarat.
"Berdasarkan hasil pantauan pengemasan makanan kita,
hingga saat ini pemakaian ulang galon masih memenuhi tenggat waktu,” ujarnya.
Ema mengatakan, air minum dalam kemasan (AMDK) terdiri dari
empat jenis, yaitu air mineral, air demineral, air mineral alami, dan air
embun. Keempat jenis minuman keras tersebut harus memenuhi persyaratan yang
tercantum dalam SNI.
“Selama memenuhi persyaratan SNI tentu aman. Sesuai dengan
nama air minum yang ada di kemasan, maka kemasannya juga harus aman,” ujarnya.
Sementara itu, Pakar Teknologi Pangan Institut Pertanian
Bogor, Eko Hari Purnomo mengatakan yang paling berhak mengeluarkan pernyataan
bahwa suatu produk makanan atau minuman aman atau tidak untuk penggunaan umum
adalah BPOM.
Menurutnya, BPOM harus mengambil kebijakan batas maksimal
migrasi BPA berdasarkan kajian ilmiah.
“Saya melihat yang paling berhak mengatakan produk makanan
dan minuman aman atau tidak bagi konsumen adalah BPOM,” ujarnya.
Comments
Post a Comment