Setelah Menciptakan Kampung Kolencer, Warga Tasik Menciptakan Kampung 3D

Kampung Animasi 3 Dimensi di Cisayong Tasikmalaya - Radar Tasikmalaya
Sumber: google.com

Setelah sukses menciptakan kampung kolecer, kini warga Desa Cisayong, Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya terus melakukan kreasi dan inovasi dengan membentuk kampung 3D.

Dimulai dari Gang Mbah Dira di Kampung Cisayong yang dipenuhi oleh berbagai lukisan dan gambar animasi tiga dimensi. Alhsil, gang terlihat cantik dan indah dipenuhi oleh warna dari lukisan 3D tersebut.

Risman Muhammad Azizur Rahman sang inisiator kampung mengatakan, kampung 3D ini merupakan kampung yang bertema dengan gambar atau bentuk 3D yang terlihat dari sisi koordinat X dan Y. Secara global, gambar dan lukisan yang terlihat bergerak atau seperti nyata. 

"Kita ingin, perkampungan di sini terlihat indah dan bersih. Kita usulkan kepada warga dan respon mereka sangat bagus ," ucap Risman.

Kampung animasi ini sudah berjalan sekitar lima bulan yang lalu hingga sekarang. Dimana saat itu wabah pandemi Covid-19 ini sudah masuk ke Indonesia bahkan Tasikmalaya. Namun, para pemuda tetap berkarya dengan membuat animasi tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan. Ujar Risman.

Risman mengatakan, gagasan ini terberntuk oleh dua orang. Yaitu saya sebagai inisiator dan Ridwan sebagai kreator serta didukung dengan warga sekitar. 

Risman menambahkan, tujuan awalnya dibentuk kampung 3D ini untuk konsumsi masyarakat dan memanfaatkan dinding gang supaya lebih cantik. Juga, ingin memberikan nuansa berbeda di lingkungan agar menarik, indah dan terkesan tidak kuno.

"Ada pengecatan dinding rumah milik warga yang sudah berlumut itu kelihatan tidak indah. Setelah kita cat dan kita warnai banyak ketertarikan orang-orang untuk melihat ke sini. Pada awalnya sih masyarakat hanya kampung ini saja, namun sekarang cukup banyak yang berkunjung untuk foto-foto,” ungkap Risman.

Menurut Risman, ia tidak mewajibkan semua rumah warga untuk dicat atau digambar. Namun, disesuaikan dengan kondisi atau lingkungan yang strategis. Sementara itu untuk biaya tidak membebankan kepada warga untuk pengecatan, pasalnya program kampung animasi 3D ini sudah ada anggaran.

“Untuk pegunjung atau peneliti serta pejabat pemerintah yang datang ke lokasi sudah cukup banyak dari desa lain yang hanya sekadar melihat atau pun selfie,” ujar Risman.

Beberapa animasi 3D yang dibuat warga di antaranya adalah kubus lorong, gambar animasi karakter kartun dan lainnya.


Sumber: Ayobandung.com

Comments

Popular posts from this blog

Ini Dia "Tri Prasetya" Yang Diucapkan Oleh Siswa SMA Taruna Nusantara

ASPADIN : Setiap Produk AMDK Wajib Memiliki Sertifikat SNI dan Ijin Edar BPOM, Tidak Mungkin AMDK Berbahaya

Ini Dia Biografi Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy