Kota Bogor Turun Menjadi Zona Oranye Berkat Aturan Jam Malam

Bima Arya Klaim Bogor Turun Zona Oranye Berkat Aturan Jam Malam
Sumber: google.com

Bima Arya Walikota Bogor mengatakan bahwa level kewaspadaan Kota Bogor tidak lagi berada di zona merah namun sudah turun ke zona oranye karena ada perbaikan pada sejumlah sistem indikator. 

“Alhamdulillah, ini patut kita syukuri bersama. Kita juga melihat ada efek pemberlakukan pembatasan jam malam dan jam operasional. Warga relatif lebih berhitung untuk berkumpul, keluar dan lain-lain,” ujar Bima Arya.

Meskipun demikian, Bima Arya memerintahkan untuk tetap pedomani dua hal kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Bogor, yaitu konsolidasi lapangan dan akselerasi administrasi.

khusus untuk aparatur wilayah RW, Kelurahan hingga Kecamatan, Bima meminta untuk memastikan unit lacak dan unit pantau pada Tim Detektif (deteksi aktif) Covid-19 untuk menjalankan tiga arahan, yaitu penguatan kampanye protokol kesehatan melalui berbagai kanal, pastikan di zona merah tidak ada kegiatan-kegiatan yang mengandung resiko penyebaran atau penularan Covid-19.

"Untuk dinas turun ke lapangan semaksimal mungkin pelaksanaan kampanye protokol kesehatan secara masif. Khusus warga diperlukan pendekatan dengan cara yang pas. Turunnya zona Kota Bogor ke oranye, saya melihat ada efek dari konsolidasi kita di lapangan untuk itu semua jajaran jangan sampai kendor, semua ikut jadi bagian kampanye protokol kesehatan masif,” katanya.

Walikota Bogor itu juga menyampaikan untuk meningkatkan tentang tiga klaster penyebaran Covid-19, yaitu daerah perkantoran, keluarga dan pilkada. Dua klaster awal menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor. Pemberlakuan jam malam dan pembatasan jam operasional akan terus dilaksanakan hingga ada evaluasi.  

“Target kita jangan sampai kembali ke zona merah, tetapi ke zona kuning atau zona hijau, walaupun agak berat karena kedekatan Kota Bogor dengan DKI Jakarta,” kata Bima Arya.


Sumber: Ayobandung.com

Comments

Popular posts from this blog

Ini Dia "Tri Prasetya" Yang Diucapkan Oleh Siswa SMA Taruna Nusantara

Ini Dia Biografi Marsekal Muda TNI (Purn) Teddy Rusdy

ASPADIN : Setiap Produk AMDK Wajib Memiliki Sertifikat SNI dan Ijin Edar BPOM, Tidak Mungkin AMDK Berbahaya